Kamis, 14 Juni 2012

tipe suplemen fat loss dan fungsi-fungsinya:



Thermogenic fat burners
Thermogenic fat burners adalah suplemen pembakar lemak yang menggunakan rempah-rempah dan bahan kimia untuk menaikkan suhu badan sehingga meningkatkan tingkat metabolisme. Mereka juga dikenal sebagai stimulant fat burners. Bahan-bahan dasar yang biasa ditemukan dalam stimulant fat burners adalah Caffeine, Aspirin, Ephedra, Synephrine, HCL dan Yohimbe



Non-stimulant fat burners
Ada beberapa orang yang tidak sanggup mengonsumsi stimulant fat burners. Mereka yang sensitif terhadap kopi, sudah lanjut usia, atau mempunya kondisi medis seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi tergolong dalam tipe ini. Untuk mereka, kini tersedia non-stimulant fat burners untuk membantu menurunkan lemak tubuh. Memang fat burners tipe ini tidak akan memberikan hasil secepat fat burners thermogenics, tapi mereka cenderung lebih aman dan hampir tidak ada efek samping. Bahan-bahan dasar yang biasa ditemukan dalam non-stimulant fat burners adalah L-Carnitine, Hydroxycitric Acid, dan Chromium.

Thyroid Regulating Fat Loss Supplements
Kelenjar tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh kita yang lebih dari sekedar pengubahan makanan menjadi energi, melainkan juga mencakupi seluruh proses kimia yang terjadi di tubuh. Suplemen yang tergolong dalam tipe ini mendorong metabolisme tubuh dengan menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi kimia-kimia natural yang membantu pembakaran makanan. Suplemen tipe ini biasanya menggunakan bahan Guggulsterones dan Forskolin.

Carbohydrate Blocker
Berbeda dengan suplemen-suplemen diatas, Carb Blocker dapat dikategorikan sebagai suplemen weight loss yang bersifat pasif. Artinya suplemen ini tidak meningkatkan metabolisme atau membantu membakar lemak/makanan yang tersimpan dalam tubuh, melainkan memblokir karbohidrat sebelom sempat diserap. Carb blocker mempunyai bahan-bahan yang mempersulit tubuh untuk melepaskan enzim pencerna karbohidrat. Apabila karbohidrat ini tidak dicerna, tubuh kita tidak dapat menyerapnya dan akhirnya kalori yang diterima dari karbohidrat akan jauh lebih sedikit. Bahan-bahan aktif dari carb blocker biasanya terdiri dari White Kindney Bean Extract, Vandyl Sulfate, Chromium, dan Alpha Lipoic Acid.

Fat Blocker
Fat Blocker mirip seperti Carb Blocker, bedanya suplemen ini memblokir lemak bukan karbohidrat. Chitosan adalah satu-satunya bahan dasar yang penting dalam setiap suplemen Fat Blocker. Beberapa perusahaan suplemen yang menggunakan Chitosan mengklaim bahwa Chitosan dapat mengikat lemak dan kolesterol sebelum dapat diserap oleh tubuh. Sayangnya Chitosan berasal dari shelfish seperti udang dan kepiting. Jadi mereka yang alergi shelfish atau makanan laut tidak dapat menggunakan suplemen tipe ini. Wanita yang sedang hamil atau menyusui juga dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi Fat Blocker karena mereka membutuhkan lemak untuk menjaga kondisi kesehatan bayinya.

Appetite Suppressant
Appetite Suppressant, juga disebut Anoretics, adalah suplemen yang mengurangi keinginan untuk makan dan mengurangi rasa lapar. Satu-satunya bahan aktif yang paling penting dalam suplemen tipe ini adalah Hoodia Gordonii, sebuah tanaman yang berasal dari Afika Selatan. Hoodia Gordonii, atau sering disebut singkat Hoodia, sudah lama digunakan oleh suku-suku di padang pasir Kalahari dalam perjalanan berburu yang panjang untuk menekan rasa lapar mereka. Hoodia bekerja dengan cara “menipu” bagian otak manusia yang mendeteksi level gula darah. Saat kita mengkonsumsi makanan, level gula darah dalam tubuh otomatis akan naik dan sistem syaraf di bagian otak ini mendeteksinya dan menyatakan bahwa kita sudah kenyang. Hoodia dapat meniru efek dari glukosa dan memberi sinyal ke otak untuk memberikan ilusi rasa kenyang walaupun kita belum mengkonsumsi makanan apa pun.

Archives

Facebook