Kamis, 14 Juni 2012

Cristiano Ronaldo: Lionel Messi Di Copa America 2011 Lebih Buruk


Cristiano Ronaldo: Lionel Messi Di Copa America 2011 Lebih Buruk

Sebagai dua pesepakbola paling menonjol di muka bumi pada era sekarang, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mesti menerima kenyataan bahwa publik serta media bakal senantiasa memperbandingkan mereka.

Terlebih lagi keduanya selama ini dikenal kurang bersinar di pentas internasional bersama negara masing-masing kendati menyuguhkan performa super pada level klub.
Karena itu, tak mengherankan jika di saat Messi mulai mampu menularkan penampilan impresifnya bareng Barcelona ke timnas Argentina dengan melesakkan empat gol dalam dua partai terakhir -- termasuk hat-trick ke gawang Brasil dalam kemenangan 4-3 (9/6), sementara CR7 di dua laga perdana bersama Portugal di Euro 2012 masih melempem, komparasi kembali muncul.
Pada pertandingan kedua melawan Denmark, Rabu (13/6) kemarin, Seleccao memang menang 3-2 untuk naik ke pos runner-up Grup B, tetapi sang megabintang Real Madrid itu bermain mengecewakan dan menyia-nyiakan dua peluang mudah.
Semasa jeda dalam duel di Lviv, Ronaldo bahkan harus mendengar para suporter tim Dinamit meneriakkan nama Messi sebagai tanda ejekan untuk dirinya. Pemain 27 tahun itu sepertinya geram dengan perlakuan tersebut.
“Anda tahu di mana dia [Messi] berada di periode ini pada tahun lalu? Tahukah Anda? Dia tereliminasi dari Copa America, di negaranya sendiri,” tukas Ronaldo dalam jumpa pers seusai laga.
“Saya pikir itu lebih buruk, bukan begitu?”

Pada perhelatan Piala Amerika 2011 di negeri Tango, La Pulga memang gagal membawa Albicelestesmenjadi kampiun. Mereka terdepak di fase delapan besar oleh Uruguay, dan Messi tak berhasil mencetak satu gol pun di kejuaraan terakbar antarnegara Amerika Selatan itu.
Bagaimanapun, yang jelas dua pemain ini digadang-gadang sebagai kandidat terdepan peraih Ballon d’Or pada tahun ini, dan apabila bisa merengkuh sukses di Euro, anugerah untuk pemain terbaik dunia tersebut diyakini bakal menjadi milik Ronaldo, sekaligus menggagalkan Messi mendapatkan Ballon d’Or keempat secara berurutan.

Archives

Facebook