Senin, 18 Juni 2012

Saat-saat Orang Nggak Boleh Makan Sayur

img

Anda perlu memenuhi kebutuhan vitamin tubuh dengan mengonsumsi sayuran setiap hari. Tetapi ternyata ada beberapa kondisi yang membuat Anda harus membatasi konsumsi sayuran tertentu.

Beberapa jenis sayuran tertentu dapat memberikan efek yang kurang menyenangkan bahkan berbahaya jika dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit atau berada pada kondisi tertentu.

Berikut 10 kondisi yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda makan sayuran, seperti dilansir dari everydayhealth, Senin (18/6/2012) antara lain:

1. Atlet lari

Ketika Anda berolahraga, darah akan lebih banyak mengalir ke otot-otot yang bekerja dan darah pada perut yang dapat membantu mencerna makanan tidak mencukupi. Jadi jika Anda baru saja makan dan berolahraga sebelum makanan benar-benar dicerna maka bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan diare.

Seorang atlet lari harus menghindari makanan berserat tinggi seperti brokoli di jam-jam sebelum latihan. Para ahli gizi merekomendasikan atlet untuk makan makanan yang mudah dicerna, seperti roti dengan selai kacang, pisang, atau sereal dengan susu sebelum memulai latihan.

2. Penderita hipertensi

Orang yang membatasi asupan natrium karena hipertensi atau penyakit jantung harus waspada terhadap sayur kalengan. Terkadang sayur kalengan mengandung setengah dari jumlah harian natrium yang diperlukan tubuh yaitu antara 1.500 dan 2.300 miligram setiap hari.

3. Penderita radang usus

Penderita radang usus harus makan makanan yang lembut untuk membantu menyembuhkan saluran pencernaannya. Meskipun tidak optimal untuk keseluruhan kesehatan Anda, tetapi penderita radang usus harus membatasi buah, sayuran, dan gandum selama beberapa waktu hingga pencernaannya membaik.

4. Perut kembung

Kacang benar-benar makanan yang memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh, tapi dapat menghasilkan perut kembung karena gas yang berlebihan. Sayuran yang juga menyebabkan gas dan perut kembung karena seratnya adalah brokoli, kubis, kol, dan asparagus.

5. Sebelum dan sesudah operasi gastrointestinal

Setelah operasi gastrointestinal, seperti reseksi usus, sebagian besar pasien harus menjauhkan diri dari sayuran selama 2 sampai 6 minggu setelah operasi untuk memberikan waktu menyembuhkan usus. Dokter biasanya merekomendasikan makanan berserat rendah dalam rangka mengurangi serat yang akan melalui usus.

6. Penderita Irritable Bowel Syndrome

Mirip dengan radang usus, orang dengan Irritable Bowel Syndrome atau IBS bisa mendapatkan keuntungan dari diet rendah serat untuk membantu menghindari kembung, sakit perut, kram, dan diare. Sangat penting untuk menghindari makanan tinggi serat bagi penderita IBS agar mengurangi gejala.

7. Penderita gagal ginjal

Orang dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal harus menghindari sayuran yang tinggi kalium dan fosfor karena ginjal tidak mampu untuk membersihkan unsur-unsur dari aliran darah. Makanan yang harus dihindari pasien ginjal adalah ubi jalar, kentang, asparagus, jamur, dan kubis.

8. Penderita maag

Jika Anda menderita maag Anda mungkin harus menghindari tomat asam dan produk tomat lainnya. Ketika asam lambung dalam perut bertemu dengan makanan ber pH asam, gejala sakit maag akan semakin tidak nyaman dan hanya bertambah buruk.

9. Kondisi hypercarotenemia

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, kondisi hypercarotenemia, atau kulit yang kekuningan karena terlalu banyak beta-karoten sama sekali tidak berbahaya. Namun, Anda yang mengalami kondisi ini, sebaiknya mengurangi konsumsi wortel.

Para ilmuwan di Ohio State University menemukan bahwa beberapa molekul beta-karoten memblokir penyerapan tubuh terhadap vitamin A, yang penting untuk mata, tulang, dan kesehatan kulit, serta metabolisme normal dan fungsi kekebalan tubuh. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi hal tersebut.

Archives

Facebook