Jumat, 22 Juli 2011
Nasehat Paling Berharga Dari Mendiang Charlie Chaplin Kepada Putrinya
Charlie Chaplin adalah seorang aktor komedi inggris multi-talent yang sangat terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih

Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.
Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.

Di usianya yang sangat dini Chaplin sudah mulai berakting dari panggung ke panggung dalam pertunjukan komedi Music Hall.
Sampai kemudian Chaplin bergabung dengan kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno, yang membawanya mengenal seorang produser film bernama Mack Sennett yang terkesan dengan akting Chaplin.
Sennett lalu mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Boleh dikatakan inilah awal karir Chaplin di dunia perfilman sekaligus mengenal teknik pembuatan film.
Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin
Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.
Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah.
Duduklah dan bacalah surat ini... aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa.
Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.
Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku.
Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London.
Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya.
Aku juga merasakan bahwa urang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.
Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu.
Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.
Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari mereka".
Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu.
Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu.
Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu.
Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.
Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu.
Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam menipu.....
Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain.
Dan aku akhiri suratku ini dengan,
"Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan".
Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini.
Sebuah pesan terakhir dari sang Ayah yang mengingatkan putrinya untuk senantiasa berbagi dan rendah hati, karena tidak semua orang memiliki nasib seberuntung anaknya.

Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.
Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.

Di usianya yang sangat dini Chaplin sudah mulai berakting dari panggung ke panggung dalam pertunjukan komedi Music Hall.
Sampai kemudian Chaplin bergabung dengan kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno, yang membawanya mengenal seorang produser film bernama Mack Sennett yang terkesan dengan akting Chaplin.
Sennett lalu mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Boleh dikatakan inilah awal karir Chaplin di dunia perfilman sekaligus mengenal teknik pembuatan film.
Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin
Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.
Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah.
Duduklah dan bacalah surat ini... aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa.
Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.
Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku.
Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London.
Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya.
Aku juga merasakan bahwa urang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.
Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu.
Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.
Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari mereka".
Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu.
Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu.
Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu.
Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.
Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu.
Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam menipu.....
Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain.
Dan aku akhiri suratku ini dengan,
"Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan".
Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini.
Sebuah pesan terakhir dari sang Ayah yang mengingatkan putrinya untuk senantiasa berbagi dan rendah hati, karena tidak semua orang memiliki nasib seberuntung anaknya.
Kamis, 21 Juli 2011
Tips Jitu Cara Mengetik 10 Jari
1 Dari kelingking sampai dengan telunjuk tangan kiri, berturut-turut ditempatkan pada tuts A S D F
2. Dari telunjuk sampai dengan kelingking tangan kanan, berturut- turut ditempatkan pada J K L
3. Tuts G dan H dikosongkan, karena tuts ini sebagai basis control penempatan jari kita
4. Kedua ibu jari kita letakkan pada bilah spasi.
langkah pertama ini sebagai letak posisi jari kita ketika sedang dalam keadaan siaga
Langkah selanjutnya adalah pembagian tugas dari setiap jari jari kita.
Banyak sumber yg mengatakan setiap jari-jari kita mempunyai tugas pada tuts tertentu. Agar jari-jari kita tau tugasnya masing masing ketika akan mengetik. Jangan sampe ada monopoli tugas. Alias semua tuts hanya dilakukan oleh satu jari. Sudah paten untuk kenyamanan saat menekan tuts.
Tugas-Tugas Jari Untuk Mengetik 10 Jari
Inilah tugas dari jari-jari kitat:
Tangan kiri :
Kelingking : QA
Jari manis : WSZ
Jari tengah : EDX
Jari telunjuk : RTFGCV
Ibu jari : bilah spasi
Tangan kanan :
Kelingking : P ; .
Jari manis : O L ,
Jari tengah : I K M
Jari telunjuk : Y U H J B N
Ibu jari : bilah spasi
Inilah yang Terjadi di Internet Selama 60 Detik

- 1500+ postingan di blog
- 98,000 twit terbaru
- 12,000 iklan terbaru di craiglist(FJB Terbesar)
- 20,000 postingan terbaru di Tumblr
- 600 video terbaru di Youtube
- 70 Domain Didaftarkan
- 13,000 Aplikasi iPhone telah diunduh
- 320 Akun Twitter terbaru
- 100 Akun Linkedin terbaru
- 6,600 Foto dipublish di Flickr
- 125 Plugin WordPress terunduh
- 50 Core WordPress terunduh
- 79,364 Wall terkirim di Facebook
- 695,000 Status Facebook diupdate
- 510,040 Komentar muncul di Facebook
- 1,700 Aplikasi Mozilla Firefox terunduh
- 694,445 kata dicari di Google
- 168 Juta Email terkirim
- 60 Blog terbaru dibuat
- 40 Pertanyaan di Yahoo answer dan 100 jawaban diberikan
- 1,600 Orang Membaca di Scribd
- 1 Kata terdefinisi di Urban Dictonaries
- total 370,000 menit telepon di Skype
- 13,000 jam musik streaming di PandoraSeperti itulah yang terjadi di internet selama 60 detik, dan kamu sekarang telah tahu kenapa 1 menit begitu berharga di dunia maya.
sumber : terselubung.blogspot.com
10 Desain Anak Tangga yang Unik dan Kreatif
1. Minimal Staircase a.k.a Floating Steel Stair Flat

2. Steel Stairs
Menggunakan baja sebagai struktur dasar sehingga terlihat bersinar, minimalis, namun tetap kokoh.

3. Bookshelf Staircase

Sebuah tangga spiral yang dikelilingi oleh rak buku yang dapat menampung 6000 buku. Desain ini dirancang oleh Arsitek dari Portugis, yakni Manuel Gomes Maia.
4. Modern Staircase

5. Ceiling Staircas

6. Retractable Stairs

7. Spiral Staircase

8. Alternating Tread Stairs

9. Ribbon Staircase

10. Staircase Slide

Menggunakan sisi lain dari tangga untuk meluncur, karya seorang arsitek asal London, Alex Michaelis.
sumber : terselubung.blogspot.com
Selasa, 19 Juli 2011
Meriam terkecil di dunia dengan kekuatan tembak yang besar
Bagi orang belum tahu, mungkin Tiny Cannon ini hanya disebut sebagai replika meriam biasa, namun jangan sangka, ternyata meriam yang ukuranya tak lebih besar dari jempol manusia ini ternyata bisa berfungsi. Bahkan meriam yang ditetapkan sebagai meriam terkecil di dunia ini memiliki daya tembak yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuranya yang kecil.

Untuk menggunakanya, tentunya anda harus menggunakan pelontar super mini dan sedikti bubuk mesiu. Meriam ini bisa memecahkan gelas kaca sekalipun walau ukuran diameter pelontarnya hanya sekitar 0,3 centimeter.
Untuk lebih jelas dalam melihat betapa hebatnya meriam ini, silahkan lihat video di bawah ini.
Gimana? mantap bukan..Jadi jangan pernah melihat kekuatan benda dari ukuranya. Bukankah Einstein pernah bilang bahwa kekuatan benda juga bisa dipengaruhi oleh kecepatanya? So Don't look the book from the Cover
Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com
Untuk menggunakanya, tentunya anda harus menggunakan pelontar super mini dan sedikti bubuk mesiu. Meriam ini bisa memecahkan gelas kaca sekalipun walau ukuran diameter pelontarnya hanya sekitar 0,3 centimeter.
Untuk lebih jelas dalam melihat betapa hebatnya meriam ini, silahkan lihat video di bawah ini.
Gimana? mantap bukan..Jadi jangan pernah melihat kekuatan benda dari ukuranya. Bukankah Einstein pernah bilang bahwa kekuatan benda juga bisa dipengaruhi oleh kecepatanya? So Don't look the book from the Cover
Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com
Langganan:
Postingan
(Atom)
